Belajar Dari Mereka

15 Jun 2009 In: Safety Riding

HUJAN mengucur deras dari langit. Aspal menjadi licin. Angkutan umum terseok-seok, di bagian lain pengendara sepeda motor melamban. Jaga konsentrasi, daripada tergelincir mencium aspal? Tapi masih ada yang memacu bak melenggang di sirkuit. Konyol.

Siang ini, Jakarta hampir merata diguyur hujan. Sambil menanti hujan reda, vixy merah diparkirkan di depan warung kaki lima penjaja nasi uduk. Sebagian celana, jaket, helm, dan sepatu kuyup oleh air hujan saat melangkah masuk ke warung tenda di pinggir jalan itu.
Uppss…ternyata ada juga beberapa bikers berteduh. Mereka juga sudah kebasahan. Sebagian memilih menunggu sambil menyantap lele goreng, sebagian ayam goreng. Lumayan isi perut.
Pilihan saya jatuh pada segelas teh manis hangat. Sekadar mengurangi rasa dingin. Maklum siang itu sudah santap siang di rumah.
Hampir tak ada yang istimewa, hingga….”Bisa pinjam koreknya dik?” Suara lelaki setengah baya.
Kami pun sama-sama menikmati kepulan rokok kretek. Sebuah komoditas yang mampu menyumbang Rp 40 triliun untuk kas negara. Walau lebih dari 4.000 zat kimia beracun yang masuk ke tubuh perokok ketika mengisap sebatang kretek. Menimbulkan aneka penyakit.
“Nunggu ujan berhenti membosankan,” tiba-tiba lelaki yang menunggang motor bebek itu bicara lagi.
“Iya,” Jawabku sekenanya karena asyik mantau email dan pesan di face book dari nokia 9300.
“Pelindung kaki dan jaket septi-nya bagus dik,” celoteh bapak itu. Rupanya orang ini memperhatikan safety gear yang saya kenakan. Rasanya tidak sopan jika menimpali omongan sambil mengetik di ponsel. Saya pun berpaling menatap wajah sang bapak yang saya taksir berusia lima puluhan tahun. Banyak kerut di keningnya. Cerminan memikul kerasnya beban hidup di Jakarta.
“Minggu lalu anak saya kecelakaan motor,” seru lelaki itu lagi. Wah…menarik nih. Gumam dalam hati.
“Lalu,” jawabku.
“Tak ada yang menolong karena takut, kejadiannya malam hari, orang Jakarta mending ngurusin dirinya sendiri daripada orang lain,” kata dia. Tadinya ingin protes, tapi bapak itu keburu melanjutkan.
“Akhirnya ada yang menolong. Seorang pedagang asongan dan sopir angkot, mereka membawa anak saya ke rumah sakit,” tatapan sang bapak menerawang. Terbersit rasa iba.
“Lantas?”
“Penjaga di ruang darurat awalnya enggan menolong sebelum ada jaminan,” ujar lelaki itu sambil menyeruput kopi hitam dari gelas. Tangannya terlihat sedikit bergetar.
“Rumah sakit mahal. Tapi saya bersyukur pedagang asongan tadi dan sang sopir angkot berani bertanggung jawab,” ceritanya lagi dengan intonasi sedikit bergetar.
“Berapa rumah sakit minta jaminan?” Tanya saya.
“Itulah dik, sang pedagang asongan mengeluarkan seluruh uang recehan yang ia dapat hari itu, ada Rp 143 ribu, sopir angkot ada Rp 215 ribu,” paparnya.
Uang segitu mana cukup dan pasti pihak rumah sakit menolak. Namun, sela sang bapak, para penolong anaknya ngotot. Mereka minta rumah sakit menolong dulu sang korban, urusan biaya bisa dipikul belakangan. “Ini soal nyawa manusia!” Bentak mereka, ujar sang bapak menirukan dialog saat itu. Beruntung, lanjut si bapak, ada seorang ibu yang sedang menjenguk suaminya dirawat di situ mau membantu. Terkumpullah uang satu juta dua ratus ribu.
“Akhirnya anak saya yang berlumuran darah ditangani dik,” kisah bapak itu. Sorot mata sang bapak terlihat sayu.
“Bagaimana kondisi anak bapak sekarang?” tanya saya penasaran.
Sang bapak tidak langsung menjawab, ia mengisap dalam-dalam sisa rokok kretek di jarinya.”Meninggal. Karena terlambat ditangani petugas rumah sakit.”
Tak mudah saya mengajukan pertanyaan lagi. Suasana senyap beberapa saat, walau di luar sana suara mobil dan motor lalulalang. Rintik hujan masih memainkan irama alam yang dramatis.
“Makanya saya bilang pelindung lutut, jaket dengan pelindung sikut, dan helm punya adik ini amat bagus buat perlindungan,” tiba-tiba sang bapak angkat bicara lagi.
Ia pun bertutur, saat kecelakaan sang anak yang berusia 18 tahun, tidak memakai jaket, sepatu, dan helm. “Boro-boro pelindung lutut dan siku, kami gak mampu beli dik,” ujar lelaki itu.
Saya cuma terdiam. Hingga sang bapak itu beringsut meninggalkan warung karena hujan tinggal sisa rintik-rintik. Langit Jakarta masih terlihat gelap. Sayup-sayup lagu U Rise Me Up, Josh Groban bak menyayat dari Ipod. (edo rusyanto)

Sumber: http://rsa.or.id

Asumsikan selalu bahwa dirimu “tembus pandang” dan tak terlihat.
Bagi pengguna jalan lain, anda memang benar-benar tidak terlihat.
Jangan melakukan “gerakan” apapun dengan asumsi orang lain telah
mengetahui keberandaan anda atau mereka melihat anda. Walaupun anda
dan pengendara lain tersebut telah bertemu pandang sekilas.

Fikirkan lagi.
Memotong-motong jalur orang secara sembrono dan tergesa gesa adalah
berbahaya. Jangan coba-coba hanya karena menantang andrenalin anda.
Reaksi yang terjadi dari orang/kendaraan yang anda potong sama sekali
bisa diluar dugaan anda.

Berpakaian untuk jatuh. Bukan untuk berenang atau untuk pesta.
Warung rokok atau indomie dapat dicapai kurang dari 5 menit perjalan.
Tapi gak ada yang punya rencana untuk nyium aspal. Enggak worthed
kalau anda kehilangan seluruh gigi depan atau kepala bocor hanya untuk
sekotak rokok atau sebungkus indomie.

Berharaplah yang terbaik, bersiaplah untuk yang terburuk.
Asumsikan bahwa pengguna jalan lain akan berperilaku normal, tapi
jangan terlalu mengandalkan perasaan anda tersebut.

Tinggalkan Ego anda di rumah.
Orang yang benar benar perduli terhadap keselamatan anda karena anda
ngebut adalah Polisi, Jaksa dan Hakim. Mereka menghukum anda karena
mereka perduli.

Fokus dan jangan terpengaruh.
Betul !!… ada cewek setengah telanjang di papan iklan gede pinggir
jalan. (Sementara itu, motor anda mengarah ke trotoar). Ouch !!!

Kaca Spion cuma nampilin secuil gambaran.
Walaupun anda telah melihat spion sebelum berbelok, JANGAN LUPA
menolehkan kepala anda walaupun hanya 1/2 detik saja. Yakinkan sisi
anda berbelok benar-benar kosong.

Sabaarrr… Sabaaarrr
Selalu bersabar dan pelan-pelan sebelum mendahului, berpindah jalur
dan memasuki arus padat lalulintas. Hal-hal yang benar-benar tidak
anda duga bisa “menghajar” mu.. Ekstra hati-hati dan ekstra lihat-lihat
bisa menyelamatkan anda dan tidak pernah ada salahnya.

Perhatikan kecepatan anda saat mendekati objek di jalanan
Mendahului kendaraan lain dengan kecepatan tinggi atau berpindah jalur
menghindari objec yang terlalu dekat sungguh-sungguh sangat beresiko.
Eeekk.. si komo tiba-tiba muncul di depan mobil yang melambat….
Ouch!!!

Berhati-hati pada benda-benda sisi jalan.
Terlebih bila anda berkendara dengan kecepatan cukup cepat di sisi
jalan, disamping trotoar… banyak benda-benda berbahaya disana,
Kantong Plastik, Genangan Air, Batu-batu jalan, Semen yang mengeras,
Paku-paku, Anak Tangga… silahkan sebut yang lain.

Mobil yang berbelok kekanan di perempatan merupakan salah satu benda
pembunuh terbanyak.
Saat mulai lampu hijau, dan disaat anda baru mulai narik setelah lampu
merah, ada saja mobil yang juga “ngotot n maksa” melewati lampu
kuning.
Jangan kan itu… lampu merah pun, motor-motor banyak yang trabas lampu merah.

Pikir dulu sebelum bertindak.
Bila anda lihat mobil melambat di jalur yang seharusnya lancar dan
cepat, segeralah melambat dan berhati-hati, anda tidak akan tau kalau
si supir lupa hidupkan lampu sein dan tiba-tiba memutar didepan anda.

Berhati-hati terhada mobil yang “mengejar” lampu kuning.
Beberapa detik pertama setelah perubahan lampu lalu-lintas merupakan
detik-detik paling berbahaya di suatu persilangan lampu merah..

Periksa Spion.
Lakukan selalu setiap habis berganti jalur, melambat atau berhenti.
Jangan sampai ada kendaraan lain yang secara tidak sengaja berusaha
“menggeser” posisi anda.

Perhatikan jarak.
Pak, ingat pak… jarak 2 detik dengan kendaraan didepan. Lebih bagus
lagi kalau bapak sadar dengan kondisi jalanan sejauh 12 detik kedepan.

Hati-hati terhadap mobil yang menikung.
Mereka cepat dan singkat, dan supir-supirnya masih muda-muda dan
agresif…. mereka benar-benar berbahaya.

Kecepatan berlebih saat mendekati tikungan bisa menyebabkan anda meringis.
Salah satu penyebab kecelakan solo terbanyak. Terpleset karena kerikil
atau lumpur. Ingat !!! Tarik gas anda ketika meninggalkan tikungan,
bukan saat memasuki tikungan.

200 kilogram daging tidak sebanding dengan 150 kilogram besi.
Di daerah pedesaan, terutama peternakan saat sore dan pagi hari,
banyak ternak-ternak yang melitas. Mereka tidak dilatih untuk tengok
kiri dan kanan saat melintas jalan raya. Ingat !!! Klakson, walaupun
dengan kebisingan 800 db, tidak bikin mereka berhenti menyebrang, tapi
justru akan loncat ke tengah jalan !!!!

Gunakan kedua rem.
Rem depan paling punya andil dalam pengereman. Namun, dengan dibantu
oleh rem belakang akan membuat anda berhenti lebih cepat dan stabil.

Selalu posisikan tangan anda SIAP REM
Terlambat menarik rem 1 detik saja pada kecepatan 100 kph, memberikan
perbedaan sejauh 29 meter. Bayangkan !!!.

Lihat kearah yang anda tuju.
Gunakanlah kemampuan tinggi anda untuk melihat bebas. Motor anda
bergerak kearah tujuan anda, jadi fokuslah pada solusi dan bukan pada
masalah.

Terus gerakkan mata anda.
Lalu lintas terus bergerak dinamis, teruslah memindai masalah yang
mungkin muncul. Jangan terpana pada satu sudut pandang untuk waktu
yang terlalu lama, kecuali pengen bencana. Matanya yang gerak gerak ya
mass,..bukan kepalanya yang gerak-gerak. .

Berhetilah total saat anda mendekati tanda STOP.
Berhentilah, turunkan kaki anda, dan jangan lupa Tolah Toleh !!!.
Rambu lalulintas “STOP” diciptakan karena ada gunanya. Setop lah atas
keinginan anda sendiri, jangan karena dihentikan oleh metal dan besi
didepan motor anda.

Lihat kedepan, maksud saya, benar-benar kedepan.
Sudah terlambat kalo baru sadar ada sesuatu didepan anda dan
terkaget-kaget. Jadi, lihat jauh kedepan, pantaulah segala kemungkinan
yang bisa menggangu perjalanan anda.

Segera konsentrasi pada perjalanan anda.
Sebagian besar kecelakaan terjadi saat 15 menit pertama berkendara,
dibawah 70 kph, di dekat perempatan. Saat terfikir istri dan pekerjaan
kantor atau pacar.

Jangan terlalu maksa, kalau ragu ya jangaaann…
Jika anda tidak yakin bisa nyelip antara 2 mobil, jangan lakukan !!!.
Dari padaa…..

Jangan bawa tunggangan lebih dari kemampuan.
Jika kamu berat kurang dari 55 kilo, Jangan coba coba bawa mongtor
besar 180 cc berat 150 kilo.

Perhatikan mobil-mobil yang akan buka pintu pinggir jalan.
Menghajar pintu mobil yang tiba-tiba terbuka sungguh tidak enak rasanya.

Jangan terlalu mengandalkan warna pada lampu lalin.
Pastikan bahwa arus kendaraan dari arah yang lain benar-benar terlihat
berhenti walaupun lampu di sisi anda hijau. Taulah mental pengguna
kendaraan di negara ini.

Berkendaralah dengan disiplin saat dalam Grup.
Tanpa disiplin anda bisa membahayakan diri sendiri, membahayakan
teman-teman anda dan memenjarakan kapten anda.

Berikan mata anda waktu untuk beradaptasi.
Satu atau dua menit beradaptasi ketika anda berpindah dari ruangan
terang benderang ke area parkir yang gelap. Kalo tidak, anda sama saja
berkendara dalam keadaan buta untuk beberapa kilo pertama.

Kuasai teknik berbalik arah dengan kecepatan sangat rendah, U turn.
Berlatihlah, duduk sedikit ke sisi luar bangku, miringkan sedikit
motor anda kearah tikungan, gunakan tubuh anda sebagai penyeimbang.

Berhenti di tanjakan ?
Jangan panik, Gunakan rem belakang untuk menjaga agar motor tidak
bergerak mundur. Gunakan Tuan Gas dan Nyonya Kopling untuk menarik
anda kedepan perlahan.

Kalo kelihatan licin, maka itu benar-benar licin.
Kadang permukaan jalan “sepertinya” licin. Terlihat seperti lumpur,
pasir, kerikil, minyak, kulit pisang…… tapi juga mungkin jalanan
normal. Tidak ada salahnya melambat dan berhati-hati.

Bleduggg !!! Pecah Ban !!! Terus ?
Jangan panik, jangan bergerak dengan tiba tiba… segera tarik kopling
dan rem-perlahan. Sein kiri … spion kiri… tengok kiri dan perlahan
menepi. baru boleh bilang “Sial !!!!”

Tik tik tik… bunyi hud….jan.
Walah hujan. Tanah yang kering dan kasar bisa berubah sangat-sangat
licin. Derai air pada face shield mengurangi kemampuan pandang..
Melambat lah dan tambahkan konsentrasi, kehati-hatian dan “kelembutan”

Semuanya lebih SUSAH kalo malam.
Aturlah lampu besar anda, gunakan kaca helm yang bening, berhati-hati
jika ada kilasan cahaya dari arah berlawanan dan klakson di tikungan
gelap… Toet Toet…

Jaga Emosi.
JAngan mudah terpancing pengendara lain yang melalui anda, apa lagi
dengan pandangan mengejek… huek… hanya gara-gara kepancing, lecet
di dengkul abis trek-trekan, stang bengkok, body penyok. Halah… gak
worthed.

Pake Full and Good Gear.
Pakailah pakaian yang memang pas dengan anda dan cuaca. PAkaian/Jaket
yang tidak nyaman bisa menggangu konsentrasi. Bahaya.

IPOD bukan untuk diatas motor.
PAke IPOD, anda tidak bisa denger truk pasir mendekat dengan kecepatan
tinggi…. pake IPod juga tidak melindungi anda dari bahaya
kecelakaan. Polisi dan dokter bedah tulang juga gak perduli sama IPod
anda…

Belajar menghindar (Swerving)
Cobalah melakukan 2 tikungan kecil dengan cepat pada kecepatan sedang.
PAda kecepatan tinggi ? Hajar aja bleh….
Jadikan Swerving menjadi salah satu gerakan reflex anda.

Stabil saat kecepatan rendah.
Berlatih untuk bawa motor yang kalem dan gak kagok waktu motor jalan
lambat. Ini susah-susah gampang.

Kedipan bagus untuk kesehatan.
Lampu sein menarik perhatian karena ia berkedip kedip. Benar kan ??
Nah, jika anda ingin berhenti, sebelum ngerem penuh, coba
kedip-kedipkan rem anda beberapa kali sebelum ngerem. Ajrut-ajrutan ?
gak papa… kan dikit dan aman.

Persimpangan itu menakutkan.
Tempatkan motor anda berada dibelakang satu mobil atau lebih, jangan
paling depan. Kalo lampu hijau menyala dan ada kendaraan yang mau
nyerobot, paling tidak motor anda bukan kendaraan yang pertama di
hajar.

Atur kemampuan pandang anda.
MAta anda hanya dapat mendeteksi detil pada 5 derajat didepan (area
fokus). sisanya, hampir 175 derajat hanya bisa mendeteksi gerakan.
Biasakan untuk sensitif terhadap gerakan diluar area fokus anda.

Jangan kebanyakan membuntuti mobil dari sisi kiri belakang atau kanan belakang.
Bagaimanapu mereka tidak bisa lihat anda.

Jangan berhenti di lampu merah pada tengah malam di posisi tengah, sendirian.
Pengendara mobil yang mengatuk sukar membedakan lampu merah dan suka
nyeruduk dari belakang. Tetap masuk gigi 1 dan tahan kopling. Juga
jaga-jaga dari begal lampu merah.

Jangan Panik !!!
Kepanikan biasanya justru bikin anda tidak bisa menggerakan otot-otot
tangan dan membutukan pikiran. Anda hanya terpana ketika motor anda
menghajar buntut mobil yang berhenti tiba-tiba. Tetap tenang dan
secepat mungkin mencari celah di kiri atau kanan mobil. Lebih baik
nyerempet daripada hajar bulat-bulat.

Ban harus sehat !!!.
Ban adalah bagian dari motor anda yang menyebabkan anda melaju dan
melambat dan menikung. Ban yang sehat merupakan salah satu sertifikat
keselamatan anda.

Proklamasi Jomblo

11 Jun 2009 In: Joke

Kami bangsa jomblo-jomblo lucu dengan ini menyatakan kemerdekaan bercinta. Hal-hal yang mengenai ditolak, kecewa dan sakit hati datang dihadapi dengan cuek-cuek aja dan mencari target yang baru dalam tempo waktu sesingkat-singkatnya.

Doa Minta Jodoh

11 Jun 2009 In: Joke

Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, dekatkanlah…
Tapi kalau bukan jodohku, jodohkanlah…
Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami jodoh..
Kalau dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapat jodoh yg lain, selain aku…

Kalau dia tdk bisa dijodohkan denganku, jangan sampai dia dapat jodoh yg lain, biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku….
Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh, jodohkanlah kami kembali….
Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah!…………Jodohkanlah denganku….
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biar orang itu ketemu jodoh dengan yg lain dan kemudian jodohkan kembali dia dengan ku…

“Amin………….”

Simple Bash Script

11 Jun 2009 In: Linux

################
#!/bin/sh #
#171207 #
#Script Adduser#
################

echo -n “Masukkan Username = “;
read nama
echo -n “Masukkan Nama Lengkap = “;
read namalengkap

echo “Add User”
/usr/sbin/useradd -c”$namalengkap” $nama
echo “Masukkan Password 2x yah..”
/usr/bin/passwd $nama

———————–
#######################
#!/bin/sh #
#171207 #
#Script Add IP Address#
#######################

echo “Example Interface = eth0″;
echo -n “Interface = “;
read interface
echo -n “Masukkan IP Address = “;
read ip
echo -n “Masukkan Subnetmask = “;
read subnetmask
echo -n “Masukkan Default Gateway = “;
read gateway
echo -n “Masukkan DNS Server = “;
read dns

echo “Add IP Address”;
/sbin/ifconfig -a $interface $ip $netmask

echo “Add Default Gateway”;
/sbin/route add default gw $gateway

echo “Add DNS Server”;
echo “nameserver $dns” > /etc/resolv.conf

——————————
##############################
#!/bin/sh #
#171207 #
#Script Add Virtual Interface#
##############################

echo “Example Interface Virtual = eth0:1″;
echo -n “Interface Virtual= “;
read interface
echo -n “Masukkan IP Address = “;
read ip
echo -n “Masukkan Subnetmask = “;
read subnetmask

echo “Add Interface Virtual”
/bin/touch /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-$interface
echo “DEVICE=$interface” >> /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-$interface
echo “ONBOOT=yes” >> /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-$interface
echo “BOOTPROTO=static” >> /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-$interface
echo “IPADDR=$ip” >> /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-$interface
echo “NETMASK=$subnetmask” >> /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-$interface

echo “Restart Service Network”;
/etc/init.d/network restart

———————————–
###################################
#!/bin/sh #
#171207 #
#Script Transparant Proxy #
###################################

echo -n “Masukkan source ‘IP/NETMASK’ =”;
read source
echo -n “Masukkan Destination ‘IP/NETMASK’ =”;
read destination
echo -n “Masukkan Protocol =”;
read protocol
echo -n “Masukkan Destination Port =”;
read dport
echo -n “Masukkan Redirect Port =”;
read redirect

echo “Create redirect rule”

/sbin/iptables -t nat -I PREROUTING -s $source -d $destination -p $protocol –dport $dport -j REDIRECT –to-port $redirect
/sbin/iptables -t nat -I POSTROUTING -s $source -o etho -j MASQUERADE

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes